Tidak pernah
Allah Yang Maha Sempurna menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Selalu ada hikmah
di balik segala sesuatu. Apalagi dalam shalat yang merupakan ibadah terpenting
dalam kehidupan kita.Shalat pasti mengandung hikmah dan manfaat yang istimewa.
Telah banyak penelitian dan tulisan yang memaparkan betapa shalat akan
berpengaruh positif bagi badan jasmani kita, dimensi jiwa kita, dan tentu saja
spiritualitas kita.
Shalat, ibadah
yang istimewa ini, akan berpengaruh positif pula bagi otak, organ yang
istimewa. Kita bisa menggunakan shalat sebagai media latihan untuk membuat otak
kita cerdas dan lebih dahsyat. Keistimewaan shalat adalah dia akan menstimulasi
seluruh bagian otak kita. Shalat akan menstimulasi pusat gerak fisik ( lobus
frontal), pusat emosi (otak limbik dan lobus prefrontal), pusat-pusat
kecerdasan intelektual ( mengingat shalat juga mengandung unsur-unsur hitung
menghitung rakaat, pemahaman terhadap waktu dan ruang, dan juga bahasa)
Yang paling penting, tetapi jarang dimiliki oleh senam otak
yang lain, shalat juga akan menstimulasi kecerdasan spiritual kita yang juga
memiliki dasar biologis di otak kita. Dengan shalat kita menggunakan seluruh
otak kita sehingga otak bisa berkembang dan berfungsi hebat. Hal ini sesuai
dengan prinsip “the brain grows with use”
yang artinya bahwa otak berkembang dengan cara digunakan. Semakin kita gunakan
otak kita maka semakin cerdaslah kita. Shalat menggunakan seluruh otak sehingga
shalat berarti mencerdaskan seluruh otak. Secara garis besar manfaat shalat
bagi otak kita adalah sebagai berikut:
·
Melatih kelenturan pembuluh darah
otak melalui perubahan-perubahan posisi dalam shalat.
·
Menstimulasi pusat motorik
melalui gerakan-gerakan shalat.
·
Menstimulasi pusat keseimbangan
melalui berbagai postur (posisi) shalat.
·
Melatih batang otak melalui
pengaturan pernapasan dan denyut jantung yang teratur dalam shalat.
·
Menstimulasi pusat sensoris
melalui wangi-wangian, terfokusnya mata pada tempat sujud, suara-suara bacaan
shalat, pengucapan bacaan, dan sentuhan-sentuhan pada saat wudhu dan shalat.
·
Menstimulasi pusat kecerdasan
intelektual kita melalui bacaan-bacaan, jumlah rakaat dan bacaan, arti bacaan
dan pemahaman tentang ruang dan waktu.
·
Menstimulasi kecerdasan sosial
dan emosi melalui bacaan dan gerakan shalat.
·
Menyeimbangkan otak kanan dan
kiri melalui gerakan-gerakan shalat yang menyertakan kedua belahan tubuh dan
gerakan-gerakan menyilang.
·
Meningkatkan efektivitas belajar
dan kreativitas karena terpancarnya gelombang alfa ke otak.
·
Menstimulasi kecerdasan spiritual
melalui kesadaran kehadiran Tuhan yang diajarkan oleh shalat
·
Prinsipnya, dengan shalat otak
kita akan dilatih dan dicerdaskan.
Tentu tujuan atau niat shalat
kita bukanlah demi mencerdaskan otak. Shalatlah demi Dia yang kita cintai semata.
Yakinlah bahwa kecerdasan akan menjadi konsekuensi logis dari shalat yang
ikhlas. Justru, barangsiapa yang shalat demi kecerdasan maka tidak akan
mendapat kecerdasan yang didamba dan diimpi-impikan. Jadi mulai saat ini
shalatlah dengan ikhlas dan manfaat-manfaat shalat akan “menghampiri” kita.
Amiin.
1 comments:
Permisi?, ijin repost boleh??
Post a Comment